Bahaya Game online bagi generasi muda , KKM Kelompok 13 Kelurahan Karundang Universitas Banten Jaya Gelar Sosialisasi bahaya game online di SM Islam Daarul Yaqiin

Karundang – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda. Salah satu fenomena yang paling menonjol adalah popularitas game online. Game yang dapat dimainkan secara daring ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan ruang interaksi sosial virtual yang melintasi batas geografis. Namun, di balik daya tariknya, game online menyimpan potensi bahaya serius yang patut dikaji secara ilmiah dan disikapi secara kritis.

 

Dari perspektif psikologis, penggunaan game online secara berlebihan dapat memicu kondisi yang disebut gaming disorder, sebagaimana telah diakui oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2019. Ciri-cirinya meliputi ketidakmampuan mengendalikan waktu bermain, mendahulukan game dibandingkan aktivitas penting lain, serta tetap bermain meskipun menimbulkan dampak negatif bagi pendidikan, kesehatan, maupun hubungan sosial. Kondisi ini tidak hanya mengganggu konsentrasi belajar, tetapi juga dapat menimbulkan depresi, kecemasan, hingga isolasi sosial. Kami  KKM Kelompok 13 Kelurahan Karundang Universitas Banten Jaya mengadakan kegiatan sosialisasi  Bahaya game online dengan tema; Dampak Psikososial dan Kognitif dari Intensitas Bermain Game Online pada Remaja. Program ini berlangsung pada Rabu, 20 Agustus 2025, bertempat di SMP Islam Daarul Yaqiin, dan diikuti oleh 50  siswa kelas 7 dengan penuh antusias.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM Kelompok 13 yang bertujuan Meningkatkan kesadaran remaja mengenai risiko kecanduan game online terhadap kesehatan fisik, mental, dan prestasi akademik.

Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Fahitah, S.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim KKM Kelompok 13 atas inisiatifnya dalam memberikan  Sosialisasi bahaya nya game online “Terima kasih banyak untuk teman-teman KKM Kelompok 13 dari Universitas Banten Jaya yang sudah mau datang dan berbagi ilmu di sekolah kami. Sebelumnya, belum pernah ada kegiatan sosialisasi pembelajaran seperti ini, khususnya mengenai bayanya game online . Semoga pembelajaran yang diberikan hari ini dapat bermanfaat dan siswa – siswa bisa belajar banyak dari sosialisasi ini.” tuturnya sambil tersenyum.

Selain itu, aspek kesehatan fisik juga tidak boleh diabaikan. Siswa yang menghabiskan banyak waktu di depan layar berpotensi mengalami gangguan penglihatan (digital eye strain), pola tidur tidak teratur, obesitas akibat kurang aktivitas fisik, bahkan menurunnya daya tahan tubuh. Fenomena ini semakin kompleks ketika dikaitkan dengan rendahnya kesadaran literasi digital di kalangan remaja yang lebih sering memandang game online semata-mata sebagai sarana kesenangan.

 

Di sejumlah sekolah, gejala ini mulai tampak. Misalnya, di salah satu sekolah menengah di wilayah Banten, beberapa siswa dilaporkan mengalami penurunan prestasi akademik akibat bermain game hingga larut malam. Guru mencatat adanya perubahan perilaku berupa menurunnya kedisiplinan, rasa malas mengikuti pelajaran, serta meningkatnya kecenderungan menyendiri. Fenomena ini menunjukkan bahwa kecanduan game online bukanlah isu kecil, melainkan tantangan nyata yang perlu ditangani melalui pendekatan sistematis.

 

Hendra irwan,Selaku Ketua Kelompok 13 KKM UNBAJA [ kelurahan karundang ] menyatakan Bahwa Kegitan Sosialisasi bahayanya game online.Salah satu langkah preventif yang terbukti efektif adalah *sosialisasi di sekolah. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran kritis siswa terhadap dampak negatif game online. Kegiatan sosialisasi dapat dilakukan dalam bentuk seminar, penyuluhan, maupun diskusi kelompok dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, hingga tenaga kesehatan. Misalnya, melalui seminar bertajuk *“Bijak Bermain Game, Cerdas Mengelola Waktu”, siswa diberikan pemahaman ilmiah mengenai bahaya kecanduan game sekaligus strategi praktis untuk mengatur waktu belajar dan hiburan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para siswa SMP Islam Daarul Yaqiin dapat lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi untuk menunjang kegiatan belajar mereka. KKM Kelompok 13 Universitas Banten Jaya pun berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi digital.

Related posts