Joint Bootcamp #2 di UNBAJA

SERANG, BANTEN RAYA-Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang tenaga pengajar atau dosen, Universitas Banten Jaya (Unbaja), menggelar Joint Bootcamp di Auditorium Kampus I Unbaja, Senin (9/3).

Menurut H. Subai, Ketua Yayasan Banten Jaya Berkarakter menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada civitas akademik Unbaja yang telah menyelenggarakan Joint Bootcamp sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dosen.

Ia mengatakan, tugas dosen saat ini tidak hanya mengajar, namun juga harus melakukan pengabdian kepada masyarakat dan melakukan penelitian. Hal tersebut sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi.

“Nah point penelitian ini yang tidak mudah dilakukan oleh dosen namun harus dilakukan. Untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam bidang penelitian, salah satu upayanya adalah dengan menggelar Joint Bootcamp ini,” kata Subai.

Subai menilai bahwa peningkatan kompetensi dosen tidak hanya untuk kepentingan pribadi, namun juga untuk kepentingan lembaga dalam hal ini perguruan tinggi. Dengan meningkatkan kompetensi dosen, maka lulusan yang akan dihasilkan akan lebih berkualitas.

Di lokasi yang sama, Sudaryono, Rektor Unbaja mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti Joint Bootcamp sebanyak 120 peserta yang berasal dari dosen yang berada di wilayah Serang. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dan para peserta akan menerima sertifikat usai mengikuti kegiatan.

Menurutnya, dosen harus menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Salah satunya dari tri dharma tersebut adalah melakukan penelitian. Dalam bidnag penelitian salah satu yang dilakukan adalah membuat karya tulis ilmiah.

Ia menilai, saat ini kendala yang dihadapai dosen adalah sulitnya karya ilmiah tersebut untuk bisa ke jurnal nasional maupun internasional. Oleh karena untuk membantu para dosen agar bisa menulis jurnal terindeks nasional dan internasional dengan menggelar kegiatan ini.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dosen, dan meningkatkan rangking perguruan tinggi. Dengan banyaknya dosen yang mampu menulis jurnal nasional dan internasional, maka rangking perguruan tinggi tersebut bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Untung Rahardja, salah seorang pembicara Joint Bootcamp mengatakan, acara selama dua hari ini akan lebih fokus mengkaji penelitian karya tulis ilmiah. Hasil penelitian nantinya tidak hanya bisa digunakan untuk pengembangan organisasi, namun bisa juga digunakan untuk bangsa dan negara.”Karya tulis ilmiah tidak hanya bisa dinikmati oleh pribadi, namun juga harus bisa dinikmati dan bermanfaat bagi para pembacanya,” imbuhn. (satibi)

Sumber Berita: http://bantenraya.com/berita/2020/03/10/13299/unbaja-latih-dosen-nulis-jurnal-ilmiah #ixzz6GXojrjaC
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

Related posts