Unbaja Serang Gelar Workhsop Diseminasi Penguatan Implementasi SPMI 2019

Serang : Guna mempersiapkan IAPT 3.0 dan IAPS 4.0 pada perguruan tinggi dan program studi. Universitas Banten Jaya (Unbaja) Serang menggelar kegiatan workhsop Diseminasi penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tahun 2019. Di aula gedung satu Unbaja Kota Serang, Sabtu (26/10/2019).

Rektor Unbaja Serang Sudaryono menjelaskan,

kegiatan workshop tersebut dilakukan dalam rangka untuk menyambut EAPT 3.0 dan EAPS 4.0 Dimana, sampai saat ini masih ada sebagian besar Universitas di Banten masih berstatus golongan B dan C. Bahkan masih banyak juga yang belum terakreditasi.

“Berhubung ini adalah instrumen yang baru, maka kita harus melakukan Workshop

Diseminasi penguatan impelentasi SPMI. Sehingga, dengan begitu akreditasi kampus Unbaja dapat berubah dari C menjadi B,” ujar Sudaryono kepada awak media disela-sela kegiatan tersebut.

Sudaryono menyampaikan, untuk merubah golongan akreditasi kampus itu tidak mudah dilakukan. Namun ada beberapa hal yang harus ditempuh diantaranya adalah menggelar kegiatan Workhsop Diseminasi penguatan Implentasi SPMI tersebut.

“Ya workhsop ini merupakan salah satu upaya mempersiapkan diri EAPT 3.0 dan EAPS 4.0. Karena berbeda jauh sekali dengan standar yang lama dengan yang baru,” ucapnya.

Maka dari itu, lanjut Sudaryono, pihaknya banyak yang harus dipersiapkan. Mulai dari kualitas dosen, pengembangan karir dosen, jabatan pungsional dosen dan serta meningkatkan jumlah sertifikasi dosen.

“Karena dosen itu Tridarma ya, darma pendidikan mungkin dosenya yang memiliki pengalaman mengajar. Tapi penelitian dan pengabdian yang masih kurang, maka sekarang ini kita kerjasama di pisah menjadi tiga, pendidikan, penelitian dan pengabidian masyarakat,” Sudaryono.

Sudaryono mengungkapkan, dari 8 prodi yang diajukan oleh Unbaja. Empat diantaranya sudah memiliki akreditasi B.

“Alhamdulillah sekarang di Unbaja semuanya sudah ada 7 Prodi B. Tapi selain untuk menambah prodi baru, namun juga harus meningkatkan jabatan fungsional baru dosen. Terutama, prodi-prodi baru yang sudah diurus NIDN nya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan dilakukanya kegiatan workhsop ini. Maka diharapkan semua dosen mampu menyadari bahwa dosen itu bukan hanya mengajar, namun harus meneliti dan mengabdi.

“Ternyata apa yang harus kita ucapkan harus dituliskan, seperti rencana pembelajaran semester, modul bahan ajar itu harus ada SOP dan standarisasinya agar semuanya seragam,” pungkasnya.

KBRN.

Related posts